Minggu, 25 November 2012

DIA ~ 00:02

Dia, orang yang membuatku nyaman dan bahagia. Selalu menemaniku tanpa lelah. Tetapi rasa ini sungguh membuatku dilema, menunggu kepastian tanpa balasan.

Dia sahabatku, tapi dia juga nafasku. Sejak pertama aku kenal dia, tatapannya itu masih teringat jelas di memoriku, senyumannya membuatku tenang dan damai. Dia selalu menjagaku kapanpun dan dimanapun, setiap aku down dia selalu memegang erat tanganku dan membuatku bangkit lagi.
Mungkin aku terlalu egois terlalu berharap untuk memilikinya, tapi aku tak bisa selalu berpura-pura untuk tidak mencintainya. Disisi lain, jika memang kami bersatu, aku takut, aku sangat takut kehilangannya, aku gak mau dia hilang dari mata dan hatiku. Tapi di sisi lain aku ingin memilikinya, agar semua orang tau dia milikku bukan milik orang lain.
Aku selalu menahan rasa sakit ini ketika teman-temanku menanyakan kedekatanku dengan dia selama ini, aku sakit ketika aku harus bilang “ bukan, dia hanya temanku”. Dan mereka pun menjawab “padahal udah cocok banget, jadian aja”. Aku hanya membalas dengan senyuman. Tapi perlahan masalah itu sudah menjadi hal yang biasa untukku. Karna dia mengajarkanku untuk bertindak dan bersikap yang dewasa. Aku belum berani bilang bahwa dia adalah segalanya buatku, karna aku takut segalanya akan hilang.
Aku berusaha menjadi wanita yang dewasa yang ingin selalu berfikiran positif, jadi terkadang aku berpikir, hubunganku dan dia sekarang jauh lebih bahagia.
Aku takut jika kami pacaran lalu putus dan setelah itu hubungan kami mungkin saja menjauh dan renggang, lebih baik berteman seperti sekarang dan dia akan tetap disampingku, kecuali
dia mempunyai cintanya yang baru.
Dia, seseorang yang paling berharga buat aku sekarang, andaikan aku mampu berkata di depannya bahwa aku sayang dia dan gak mau kehilangan dia, mungkin aku akan jauh lebih tenang, tapi beberapa kali aku mencoba untuk mengatakannya, yang ada hanya gugup yang aku rasa, mungkin belum saatnya aku berkata seperti itu.
Tawa dan candanya adalah warna di hidupku, aku tak ingin semuanya berlalu begitu cepat.. 
Sekarang aku masih di sampingnya, menjadi teman biasa, entah akankah posisi itu akan berubah, aku pun tak tahu.

Tidak ada komentar: